Loading ...

Dua Dosen UIN Jusila Melaju ke Tahap III Seleksi Pengajar BIPA Luar Negeri 2025

Upaya UIN Jurai Siwo Lampung dalam mendorong internasionalisasi kampus kembali menunjukkan hasil positif. Dua dosen Program Studi Tadris Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Ahmad Madkur, Ph.D., dan Aisyah Sunarwan, M.Pd., berhasil lolos ke Tahap III Seleksi Calon Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) untuk Luar Negeri Tahun 2025 yang digelar Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Seleksi ini dikenal sangat kompetitif. Pada Tahap I tercatat 1.709 peserta dari berbagai wilayah Indonesia, yang kemudian mengerucut menjadi 197 peserta pada Tahap II dan akhirnya hanya 60 peserta terbaik yang berhak mengikuti Tahap III, termasuk dua dosen UIN Jusila. Karantina Tahap III berlangsung dalam dua moda, yakni daring pada 8–11 November 2025 dan luring pada 15–21 November 2025. Peserta terdiri atas dosen, guru, instruktur, pengajar mandiri yang telah lolos dua tahap sebelumnya, serta dosen dari perguruan tinggi mitra Badan Bahasa.

Selama karantina, para peserta mengikuti bimbingan teknis (bimtek) yang dirancang untuk mengukur penguasaan berbagai kompetensi ideal calon pengajar BIPA luar negeri. Mereka menjalani tes awal dan tes akhir, serta penilaian 360° dari narasumber, fasilitator, dan panitia sebagai bagian dari evaluasi komprehensif. Materi disampaikan secara intensif, baik teoritis maupun praktis, oleh pakar BIPA dan kebahasaan seperti Prof. E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D., Prof. Fuad Abdul Hamied, M.A., Ph.D., Prof. Emi Emilia, M.Ed., Ph.D., dan sejumlah narasumber lainnya.

Program ini tidak hanya mempersiapkan calon pengajar BIPA untuk mengelola pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing, tetapi juga memperkuat kapasitas diplomasi kebahasaan di tingkat global. Hal tersebut selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, dan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2014 tentang Pengembangan, Pembinaan, dan Pelindungan Bahasa dan Sastra.

Badan Bahasa sendiri telah memfasilitasi penugasan pengajar BIPA ke luar negeri dalam skala luas. Dalam periode 2015 hingga triwulan kedua 2025, tercatat 2.416 penugasan yang dilaksanakan oleh 504 pengajar BIPA pada sekitar 800 lembaga penyelenggara BIPA di 57 negara, untuk melayani lebih dari 200 ribu pemelajar. Keikutsertaan dosen UIN Jusila dalam seleksi BIPA luar negeri tahun ini menjadi penanda penting komitmen kampus untuk memperluas dampak global dan berkontribusi aktif pada agenda internasionalisasi PTKIN yang dicanangkan Kementerian Agama.