
Metro, 4 November 2025 — Sebanyak 69 dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung secara resmi ditetapkan sebagai peserta Sertifikasi Pendidik untuk Dosen (Serdos) Tahun 2025, sebagaimana tercantum dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 9194 Tahun 2025 tentang Penetapan Peserta Sertifikasi Pendidik untuk Dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Tahun 2025.
Penetapan tersebut disampaikan melalui Surat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor B-649/DJ.I/Dt.I.III/HM.00/10/2025, tertanggal 31 Oktober 2025, yang ditandatangani oleh Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., selaku Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis).
Dengan penetapan ini, UIN Jurai Siwo Lampung meneguhkan komitmennya dalam upaya peningkatan mutu tenaga pendidik serta profesionalisme dosen. Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Dr. Hj. Ida Umami, M.Pd.Kons, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh dosen yang telah berhasil lolos dalam tahap penetapan ini, serta berharap agar para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian tahapan berikutnya secara optimal hingga memperoleh sertifikat pendidik profesional.
Hal senada disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Dr. Dedi Irwansyah, M.Hum., yang berpesan agar para dosen yang ditetapkan sebagai peserta Serdos Tahun 2025 dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya sebagai bagian dari proses peningkatan kompetensi dan pengakuan profesionalitas akademik.
Penetapan peserta Serdos ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Verifikasi dan Validasi (Verval) Data Calon Peserta Sertifikasi Dosen Tahun 2025, yang diselenggarakan oleh Direktorat Diktis pada 30 September hingga 2 Oktober 2025 di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 58 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) serta 15 Koordinator Kopertais Wilayah I–XV.
Dalam kesempatan itu, Direktur Diktis, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., menegaskan pentingnya prinsip integritas dalam keseluruhan proses sertifikasi dosen. “Integritas harus menjadi prinsip utama agar proses verifikasi berjalan secara transparan dan akuntabel,” tegasnya.
Sementara itu, Kasubdit Ketenagaan Diktis, M. Aziz Hakim, menjelaskan bahwa program Serdos tahun 2025 diikuti oleh ribuan dosen dari berbagai PTKIN dan PTKIS di seluruh Indonesia. “Data peserta diambil dari sistem PD-Dikti dan divalidasi ulang oleh masing-masing perguruan tinggi untuk memastikan akurasi dan kelayakan dosen peserta,” ujarnya.
Dari UIN Jurai Siwo Lampung, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Dr. Aria Septi Anggaira, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut. Menurutnya, jumlah peserta tahun ini merupakan yang terbanyak sepanjang sejarah pelaksanaan sertifikasi dosen di UIN Jurai Siwo Lampung.
Adapun Sekretaris LPM, Ghulam Murtadlo, melaporkan bahwa sebanyak 69 dosen telah ditetapkan sebagai peserta Serdos 2025, yang terdiri dari 31 dosen ASN PNS, 31 dosen ASN PPPK, dan 7 dosen DTBPNS. Seluruh peserta tersebut telah melalui proses verifikasi dan validasi ketat sesuai dengan ketentuan Direktorat Diktis, meliputi status dosen tetap, masa kerja minimal dua tahun, jabatan fungsional minimal Asisten Ahli, kualifikasi pendidikan minimal Magister (S2), kelulusan PKDP, serta kepemilikan NIDN aktif di UIN Jurai Siwo Lampung.
“Validasi dilakukan secara ketat sesuai pedoman dari pusat. Kampus tidak menentukan prioritas, seluruhnya didasarkan pada sistem dan ketentuan yang berlaku di Kementerian Agama,” ungkap Ghulam Murtadlo.
Sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh Direktorat Diktis, pengumuman peserta Serdos dilakukan pada 4 November 2025, dilanjutkan dengan pengisian instrumen wawasan kebangsaan, moderasi beragama, dan penilaian persepsional pada 5–21 November 2025. Selanjutnya, penilaian portofolio oleh asesor akan berlangsung pada 22–30 November 2025, yudisium internal dijadwalkan pada awal Desember, dan yudisium nasional serta penerbitan e-sertifikat akan dilaksanakan pada akhir Desember 2025.
Melalui capaian ini, UIN Jurai Siwo Lampung semakin memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang berkomitmen terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, profesionalisme dosen, serta pengembangan tridarma perguruan tinggi secara berkelanjutan.



