
Yogyakarta, 29 Oktober 2025 — Dalam rangka penguatan sistem penjaminan mutu dan percepatan implementasi Electronic System of Internal Quality Assurance (E-SPMI), Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung melaksanakan kegiatan Studi Tiru ke Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, pada Rabu (29/10).
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda peningkatan mutu akademik dan tata kelola universitas sebagaimana tertuang dalam Surat Tugas Rektor Nomor B-3866/Un.36/R/HM.01/10/2025, yang juga mencakup kunjungan ke UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Delegasi UIN Jurai Siwo Lampung dipimpin oleh Dr. Aria Septi Anggaira, M.Pd. (Ketua LPM), serta didampingi Ghulam Murtadlo, M.Pd.I. (Sekretaris LPM), Dr. Kisno, M.Pd. (Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran), Yuyun Yunarti, M.Si. (Kepala Pusat Standar Mutu), Sarah Ayu Ramadhani, M.Pd. (Kepala Pusat Audit dan Pengendalian Mutu Akademik), Ahmad Madkur, M.Pd., Ph.D. (Kepala Pusat Hubungan Internasional), serta tim pengembang teknologi dan staf administrasi LPM.
Dalam sambutannya, Agung Kristanto, S.T., M.T., Ph.D., Kepala Badan Penjaminan Mutu UAD, menjelaskan bahwa UAD saat ini telah memiliki 11 fakultas dan 60 program studi mulai jenjang sarjana hingga doktoral, dengan 10 persen program studi telah terakreditasi internasional. Ia menegaskan pentingnya keberlanjutan budaya mutu yang berorientasi pada keunggulan dan inovasi berkelanjutan. “Sejak tahun 2008 UAD telah menggunakan ISO 9001 dan terus melakukan penguatan sistem hingga pada tahun 2019 dilakukan penyempurnaan berbasis digital. Kini, seluruh kegiatan penjaminan mutu telah terintegrasi melalui sistem internal yang dikembangkan oleh Biro Pengembangan Teknologi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Agung menuturkan bahwa BPM UAD memiliki 48 standar mutu dan sekitar 50 auditor internal aktif yang secara konsisten melakukan monitoring and evaluation (Monev) terhadap seluruh fakultas dan program studi. Setiap program studi juga didampingi oleh tim pendamping akreditasi yang bekerja dua tahun sebelum masa akreditasi berakhir. “Kami melakukan tiga hingga empat kali simulasi sebelum dokumen akreditasi disubmit, guna memastikan setiap aspek mutu terpantau dan siap diverifikasi,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan UIN Jurai Siwo Lampung, Dr. Yudiyanto, M.Si., menyampaikan apresiasi dan harapannya agar kegiatan ini menjadi inspirasi dalam pengembangan sistem penjaminan mutu di UIN Jurai Siwo Lampung. “Kami belajar banyak dari praktik baik UAD dalam membangun sistem mutu yang adaptif dan terintegrasi. Pengalaman ini akan menjadi pijakan penting bagi LPM UIN Jurai Siwo Lampung dalam memperkuat tata kelola mutu berbasis digital dan mempercepat pencapaian akreditasi unggul di berbagai program studi,” ungkapnya.
Senada dengan hal itu, Dr. Aria Septi Anggaira, M.Pd., selaku Ketua LPM UIN Jurai Siwo Lampung, menambahkan bahwa kegiatan studi tiru ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan bentuk nyata kolaborasi antarperguruan tinggi Islam dalam memperkuat budaya mutu dan kepemimpinan akademik. “Kami berkomitmen untuk mengadaptasi sistem penjaminan mutu yang lebih inovatif dan responsif terhadap tantangan pendidikan tinggi di era digital,” ujarnya.
Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi mendalam dan pertukaran dokumen standar mutu antar lembaga. Tim LPM UIN Jurai Siwo Lampung juga berkesempatan meninjau langsung sistem E-SPMI UAD dan berdialog dengan para auditor internal untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang praktik terbaik dalam tata kelola mutu.
Dengan terlaksananya kegiatan Studi Tiru ini, UIN Jurai Siwo Lampung diharapkan semakin siap mewujudkan visi menjadi universitas Islam negeri yang unggul, profesional, dan berdaya saing global melalui tata kelola mutu yang terukur, akuntabel, dan berkelanjutan.




