Metro – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan Beban Kerja Dosen (BKD) berbasis Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (SISTER) pada Senin, 6 Juli 2026, secara daring dan diikuti oleh seluruh dosen UIN Jurai Siwo Lampung. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda penting yang diinisiasi oleh LPM sebagai wujud nyata komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas pelaporan akademik dosen secara terstandar dan berbasis sistem digital nasional.
Secara khusus, sosialisasi ini merupakan tindak lanjut langsung dari hasil Benchmarking yang telah dilaksanakan sebelumnya ke Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan Koordinatorat Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (KOPERTAIS) Wilayah 1 DKI Jakarta dan Banten. Melalui kunjungan benchmarking tersebut, UIN Jurai Siwo Lampung memperoleh wawasan dan pembelajaran berharga mengenai tata kelola BKD-SISTER yang telah berjalan secara optimal di institusi-institusi tersebut. Semangat itulah yang kemudian mendorong LPM untuk segera menindaklanjutinya dalam bentuk sosialisasi yang terstruktur dan masif kepada seluruh dosen di lingkungan UIN Jurai Siwo Lampung. Selain itu, kegiatan sosialisasi tanggal 6 Juli 2026 ini sekaligus menjadi persiapan dan pengantar menuju agenda utama yang dijadwalkan pada keesokan harinya, yakni Focus Group Discussion (FGD) Implementasi SISTER UIN Jurai Siwo Lampung yang digelar pada Selasa, 7 Juli 2026.
Sambutan Rektor: BKD-SISTER Adalah Kewajiban, Bukan Pilihan
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Ibu Prof. Dr. Ida Umami, M.Pd.Kons., yang dalam sambutannya menyampaikan pesan yang tegas sekaligus menyemangati seluruh dosen yang hadir. Beliau menegaskan bahwa pelaksanaan BKD melalui platform SISTER bukanlah sekadar imbauan atau anjuran semata, melainkan sebuah kewajiban dan keharusan yang harus dipenuhi oleh setiap dosen sebagai bagian dari tanggung jawab profesional dalam dunia akademik.

“BKD bukan sekadar dokumen administratif. Ini adalah cerminan nyata dari kinerja kita sebagai pendidik, peneliti, dan pengabdi masyarakat. Dengan menggunakan SISTER, kita tidak hanya memenuhi kewajiban, tetapi kita juga memastikan bahwa setiap kontribusi kita tercatat secara akurat, terstandar, dan dapat dipertanggungjawabkan secara nasional. Saya mengajak seluruh dosen UIN Jurai Siwo Lampung untuk menyambut perubahan ini dengan penuh semangat dan kesadaran profesional, karena inilah jalan kita menuju universitas yang unggul dan bermartabat.”
Hasil Benchmarking dan Alur Penggunaan SISTER: Paparan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan

Sesi berikutnya diisi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Dr. Dedi Irwansyah, M.Hum., yang memaparkan secara komprehensif hasil dari kegiatan benchmarking ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan KOPERTAIS Wilayah 1 DKI Jakarta dan Banten. Dalam pemaparannya, Prof. Dedi menjelaskan bahwa institusi-institusi yang menjadi tujuan benchmarking telah menjalankan SISTER secara terintegrasi dan mampu memanfaatkannya sebagai instrumen penjaminan mutu yang efektif, sehingga data BKD dosen dapat terpantau secara real-time oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pimpinan universitas hingga Kementerian Agama RI.
Teknis Pelaporan BKD-SISTER: Dari Rumpun Ilmu hingga Penilaian Asesor

Pemaparan teknis yang komprehensif kemudian disampaikan oleh Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Jurai Siwo Lampung, Dr. Suryadi, M.Pd. Dalam sesinya, Dr. Suryadi mengurai secara rinci aspek-aspek teknis yang menjadi kunci keberhasilan pelaporan BKD melalui SISTER, mulai dari hal yang paling fundamental seperti persiapan profil dosen, akun SINTA, google scholar, hingga aspek yang bersifat strategis dalam kaitannya dengan proses penilaian oleh asesor.
Salah satu poin krusial yang disampaikan adalah penentuan rumpun ilmu dosen. Dr. Suryadi menjelaskan bahwa penetapan rumpun ilmu yang tepat dan sesuai dengan bidang keahlian dosen merupakan langkah pertama yang sangat penting, karena hal ini akan memengaruhi asesor yang akan ditugaskan untuk menilai laporan BKD tersebut. Ketidaksesuaian rumpun ilmu dapat berdampak pada proses penilaian yang kurang optimal dan bahkan berpotensi menimbulkan permasalahan dalam proses verifikasi.
Apresiasi dan Harapan: Sinergi Pimpinan demi Kemaslahatan Dosen

Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme dari para peserta. Pada sesi penutup, LPM selaku penyelenggara menyampaikan ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada seluruh pimpinan universitas yang telah memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan strategis ini.
Apresiasi yang sebesar-besarnya disampaikan kepada Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Ibu Prof. Dr. Ida Umami, M.Pd.Kons., atas kepemimpinan dan arahan yang inspiratif serta komitmen beliau yang teguh dalam mendorong transformasi digital di lingkungan universitas. Tak lupa, terima kasih juga disampaikan kepada seluruh Wakil Rektor dan segenap pimpinan universitas terkait atas kolaborasi dan sinergi yang terjalin dengan sangat baik, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan tertib, lancar, dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
LPM UIN Jurai Siwo Lampung berharap bahwa sosialisasi ini dapat menjadi momentum kebangkitan budaya akademik yang tertib, terdata, dan terstandar secara nasional. Dengan keberhasilan implementasi BKD-SISTER, diharapkan setiap dosen UIN Jurai Siwo Lampung dapat merasakan manfaat nyata berupa pengakuan kinerja yang adil, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan, demi terwujudnya universitas yang unggul dan bermartabat untuk kemaslahatan umat.







